Breakwater Dibangun Lewat Jalur Laut

oleh -66 views
oleh
Pantai barat Pangandaran

PANGANDARAN.-
Hingga saat ini pemasangan jack breakwater untuk penahan gelombang di pantai barat Pangandaran belum kunjung dilakukan. Rencananya pemasangan jack akan dilakukan melalui jalur laut.

Kepala UPTD Ciwulan Cilaki Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat, Aseng Supriatna, pemasangan jack akan menggunakan kapal ponton atau tongkang.

“Kalau melalui darat sudah tidak bisa karena akan menggangu pekerjaan penataan kawasan pantai,” ujar Aseng, Jumat, 18 Oktober 2019.

Sedangkan untuk pengerjaan pembuatan jack breakwater yang akan di pasang di pantai barat Pangandaran kata Aseng, direncanakan dilakukan di dekat kawasan pelabuhan Pangandaran di Bojongsalawe Parigi.

“Sampai saat ini pembuatan Jack belum dilakukan,” ujarnya.

Sisa waktu pekerjaan pemasangan jack breakwater tinggal menyisakan sekitar 1,5 bulan lagi di tahun anggaran 2019 senilai 16 miliar dari 40 miliar yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dari anggaran sekitar 16 miliar untuk pemecah gelombang sepanjang 120 meter dengan lebar bawah 25 sampai 26 meter di kedalaman 5 meter dengan jarak 280 meter dari bibir pantai.

Sebagai bagian dari penataan pantai tersebut adalah pembangunan struktur pemecah ombak (breakwater) sehingga area wisata renang di Pantai Pangandaran dapat menjadi lebih luas dan aman. Fungsinya sebagai pengamanan pantai penahan arus ombak |aut dan untuk mengembalikan fungsi pengamanan pantai sebagai salahsatu konservasi Sumber Daya Air serta melakukan pengamanan pantai Pangandaran dalam upaya
meningkatkan fungsi pengamanan pantai sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sedangkan untuk manfaat dibangunnya breakwater untuk menahan ombak di pantai barat Pangandaran, memperluas areal renang, diving, meningkatkan daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Adapun titik lokasi breakwater yang akan dibangun di pantai barat Pangandaran yakni sebelah timur dari lokasi Pangandaran Sunset yang mulai dikerjakan pada dengan target pekerjaan 90 hari kalender.

Menurut Aseng, untuk teknis pemasangan di daerah selatan persiapan cukup panjang, memang kalau dilihat dari sisi progres sudah minus.

“Kurang lebih progresnya satu persen dari persiapan. Kalau pekerja siap mengecor 200 kubik saja perhari bisa terpasang, tapi kalau kurang dari itu ya sampai lewat anggaran kalau mau dilanjutkan dengan diberi kesempatan denda maksimum selama 50 hari, ya sampai awal Maret 2020,” ujarnya, seraya dirinya membantah dengan adanya isu-isu yang beredar soal pemasangan breakwater di pantai barat Pangandaran.

“Kalau ada isu-isu jack mau diganti dengan bolder itu bohong lah,” sambungnya. (Memey)