Menjaga Toleransi Merawat Kebhinekaan

oleh -234 views
oleh

PANGANDARAN – Pelajar SMK Bakti Karya Parigi Kabupaten Pangandaran dari puluhan suku bangsa mengenakan baju adat dari masing-masing daerahnya berbaur dengan ribuan warga berbondong-bondong sambil membawa bendera merah putih.

Barisan pelajar lengkap dengan pakaian adatnya menggambarkan detik-detik saat hendak membacakan teks sumpah pemuda pada 90 tahun yang silam. Barisan dari berbagai suku tersebut berhenti dan berkumpul disebuah lapangan, lalu salahsatu pelajar membacakan teks sumpah pemuda yang diikuti oleh ratusan pelajar dan ribuan warga yang hadir.

Kegiatan festival 28 bahasa juga dihadiri oleh Ketua tim Naskah Akademik Jabar Masagi, Ifa H. Misbach, MA bersama koleganya serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang digelar di halaman SMK Bakti Karya Parigi yang merupakan sekolah multikultural di Kab Pangandaran.

Menurut pencetus Sekolah Multikultural di SMK Bakti Karya Parigi, Ai Nurhidayat, dalam festival 28 bahas disekolahnya bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang sumpah pemuda.

“Kita mengulang kembali detik-detik pembacaankan dan mengucapkan sumpah pemuda yang diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai daerah dengan pakaian adatnya masing-masing,” ungkap Ai Nurhidayat, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Tidak hanya mempraktekan pembacaan teks sumpah pemuda, kata Ai, para pelajar juga menggelar tarian tradisionalnya, ada 28 tarian daerah diantaranya dari suku Jawa, sunda, Aceh, Sumatera, Kalimantan, Papua Irian Jaya, dan lainnya.

“Pelajar juga bercerita tentang kisah cerita adat dan pengenalan bahasa di daerahnya masing-masing,” kata Ai, seraya dirinya menambahkan, tujuan dari kegiatan festival 28 bahasa menjaga semangat kebangsaan dengan akan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden untuk menyiapkan Indonesia baru melalui momentum mengenalkan budaya masing.

“Karena yang hadir bukan hanya masyarakat di Kab Pangandaran saja, ada para orang tua dan keluarga pelajar dari berbagai daerah, sekaligus kami bisa mempromosikan pariwisata dan budaya di Kab Pangandaran kepada mereka,” ujar Ai. (Memey)