Polisi Terus Selidiki Kematian Anak Berkebutuhan Khusus di Singaparna

oleh -31 views
oleh

LETTERZ.ID, Kabupaten Tasikmalaya-
Kapolres Tasikmalaya melalui Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya terus bergerak menangani kasus kematian seorang anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Lima orang total yang jadi saksi langsung diperiksa kepolisian hingga, Selasa 28 November 2023. Selain orang tua angkat dan kerabat, orang tua kandung almarhum diperiksa.

“Ada lima saksi yang kami sudah periksa, orang tua angkat kerabat sampai ibu dan bapak almarhum anak ini.”Ucap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Iptu Ridwan Budiarta Selasa, (28/11/2023).

Meski tidak secara gamblang, orang tua kandung mengaku sempat mencubit almarhum. Hal ini dilakukan saat almarhum menolak makan.

“Ada pengakuan mencubit tapi itu perlu kita dalami terus agar semuanya terbuka.”Ujar Ridwan.

Lalu, kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan di rumah orang tua kandung almarhum.

“Akan kami periksa rumah orang tua kandung almarhum. Kita siapa tau menemukan petunjuk petunjuk baru.”Jelas dia.

Namun, sebelumnya berdasarkan hasil otopsi dari dokter forensik, Polisi menemukan luka yang tidak wajar dari tubuh almarhum.

“Jadi hasil otopsi dari dokter forensik ada temuan luka tidak wajar ditubuh almarhum ananda. Ada dibeberapa bagian tubuh, parah ada luka semacam bekas tusukan di perut.”Ungkap Iptu Ridwan Budiarta, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Senin 27 November 2023.

Permasalahan ini mencuat setelah orang tua angkat almarhum angkat bicara. Samsul Munajat mengatakan anak tersebut sudah dia angkat sejak berusia 7 bulan dalam kandungan sampai berumur 10 tahun.

Pasalnya, selama denganya almarhum badanya gemuk meski memang berkebutuhan khusus.

“Anak ini saya rawat 10 tahun lebih, dan setelah diserahkan kurang lebih 8 bulan. Jadi anak ini kaku sebelah yang bagian kanan, sedangkan yang bagian kiri aktif. Cuma dia ini tidak bisa jalan, kalau dipapah bisa.”Terang Samsul Munajat, Orang tua angkat almarhum kepada wartawan.

Ajat menjelaskan kecurigaan penyebab kematian korban muncul karena ada lebam dibagian kepala ditambah lagi kondisi fisiknya jadi lebih kurus.

“Sebelum diserahkan anak ini sehat, gemuk dan ceria. Namun saat sama orang tuanya ada perubahan. Malahan ada luka ditangan yang diakuinya memang karena gigitan nyamuk yang digaruk terus menerus.”Imbuhnya.

Kendati demikian, luka pada sebelum meninggal ditanya oleh orang tuanya luka tersebut karena digigit nyamuk.

“Untuk bagian kepala dan dahi ada luka lebam di bagian kepala dan pelipisnya. Dan itu katanya bekas gigitan nyamuk juga.”Tutur dia.

Otopsi Jasad korban yang sudah dimakamkan itu bertempat di Kampung Bantarsuling, Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/10/2023). Tim dokter forensik dari RSUD dr Slamet Garut melakukan otopsi dengan disaksikan Kepolisian Resort Tasikmalaya dan pihak Desa Sukaasih. (*)