Ratusan Mahasiswa Dirugikan, STMIK Tasikmalaya Dicabut Ijin Operasionalnya

oleh -94 views
oleh

LETTERZ.ID, Kota Tasikmalaya-
Ratusan Mahasiswa & Mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kota Tasikmalaya ditutup dari segala aktivitas secara permanen yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Pencabutan ijin operasional STIMIK itu membuat Ratusan Mahasiswa-Mahasiswi meminta tuntutan hak terhadap yayasan karena merasa dirugikan banyak.

Menurut informasi, STMIK Kota Tasikmalaya mandapatkan sanksi administratif berat berupa pencabutan izin pendirian perguruan tinggi oleh Kemdikbud-Ristek. Dan penutupan yang dilakukan membuat seluruh Mahasiswa dari berbagai tingkat akhir, merasa kecewa sekaligus trauma mendengar kabar itu.

Fikri Anwar Rapdilah Presiden Mahasiswa STMIK Tasikmalaya mengatakan paling mendasar Mahasiswa STIMIK Tasikmalaya ingin belajar kembali dan tidak ada hambatan dalam pembelajaran.

“Semua itu harus tanggung jawab oleh lembaga, saya tegaskan dari kemarin Mahasiswa tetap dirugikan. Kami minta paling lambat 3 hari, namun pihak lembaga minta waktu 2 Minggu.”Ujar Fikri Presma STIMIK kepada wartawan, Senin Siang (27/3/2023).

Sebagai Presma, kata Fikri, Mahasiswa akan mengawal ke Kemdikbud-Ristek. Agar permasalahan ditutupnya Kampus STMIK Tasikmalaya bisa jelas.

“Kita akan mengawal ke kemenristekdikti beserta Alumni, namun kita diperbolehkan mengawal ke kemenristekdikti hanya satu orang akan tetapi kita akan tetap bersama sama melakukan pengawalan.”Tegas dia.

Sehingga, Rahadi Dwi Saputra yang awalnya PLT Ketua STMIK Tasikmalaya. Tetapi, sekarang pihaknya bukan pejabat STIMIK Tasikmalaya, dikarenakan SK sudah dicabut dan dirinya enggan mengakui sebagai Pejabat Lembaga sedangkan hanyalah dosen biasa.

“Saya sudah demisioner dan bukan pejabat lagi disini, menurut kausul dalam penutupan ini yang ada disitu, semua yang berhubungan dengan masalah ini harus dengan yayasan langsung.”Jelas Rahadi.

Kendati, untuk semester akhir dikerjakan disini, kata dia, tadi sudah disampaikan marger tetap dilakukan. Pembelajaran bisa disini, meski margernya belum tahu, karena ada suratnya pada Ju’mat.

Menurutnya, ungkap dia, lembaga akan bertanggungjawab penuh dengan adanya persoalan ini, artinya tidak ada Mahasiswa yang dirugikan tadi detail sekali disampaikan oleh pa ketua.

“Baru hari ini kami akan melangkah melobi dengan perguruan tinggi yang serumpun sama sama informatika banyak di Tasikmalaya, Target waktu kami minta dua minggu dan ini saran dari kemenristekdikti harus dilakukan marger.”Tandas dia. (*)