Soal Kelebihan Kios, Dede : Saluran Informasi Tersumbat

oleh -110 views
oleh

Pasca rampungnya revitalisasi pasar Pancasila, persoalan lain kembali datang. Kali ini, menyoal tentang transparansi kelebihan bangunan kios di pasar tersebut.

Siang tadi, Kamis (6/1/2021). Dinas KUKM Perindag Kota Tasikmalaya menggelar pengundian nomor tempat usaha di Gedung PIK Jl. Letjend Mashudi Kota Tasikmalaya.

Pertanyaan dilontarkan salah satu warga pasar, Dede Muharam yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya. Menurutnya, jika pengundian ini dilakukan secara transparan, jujur dan adil maka akan berjalan dengan baik dan kondusif.

“Terutama keterbukaan leading sektor dari Dinas KUKM Perindag yang mempunyai kebijakan”ucapnya.

Pembangunan pasar yang bersumber dari anggaran APBD Provinsi ini memang sangat hangat diperbincangkan khalayak. Namun sampai saat ini, terkait dengan adanya kelebihan kios pihak DPRD selaku pengawas kebijakan belum menerima laporan tersebut.

“Saluran informasi ini tersumbat, itu karena tidak ada sosialisasi yang benar”kesalnya.

Dalam teknis pengocokan nomor tempat ini, lanjut Dede, para pedagang diharuskan mengisi fakta integritas. Namun disayangkannya, fakta integritas tersebut tidak didasari dengan kop surat yang jelas.

“Fakta integritas ini kan antara pedagang dan lembaga. Kami tanda tangan di atas materai tapi kop suratnya kosong, kan aneh”ujarnya.

“Saya secara pribadi pernah bertanya digrup pengurus Hipala, tapi tidak ada jawaban terkait kejelasan ini”sambungnya.

Senada dengan Dede, warga pasar Edi meminta, kejelasan dan transparansi agar aspirasi warga atau pedagang pasar Pancasila bisa terpenuhi

“Inikan ada kelebihan kios, jumlahnya kita tidak tahu persis namun ada kelebihan kios dari pedagang awal. Pasar Pancasila aset negara, kami meminta kepada Dinas harus ada kepastian jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak”ujar Edi.

Sementara, Kepala Bidang Sarana Industri dan Perdagangan, Desi Nuranitasari menyampaikan, ada 300 pedagang terverifikasi dan total lapak di pasar Pancasila ada 334 kios.

“Untuk dilantai satu ada 64 kios terbuka, meja besar 16 kios, kios terbuka tanpa Loringdor 30 kios, Kios tertutup 75 dan sisanya di lantai dua ada 149 kios”jelasnya.

Lalu untuk sisanya, terang Desi akan ada tahap ke dua untuk penjaringan mengisi sisanya. Tetapi dia belum bisa menyampaikan untuk mekanismenya akan seperti apa.

“Saya belum bisa menyampaikan mekanismenya, itu ranahnya kepala dinas. Banti akan dibuka di publik untuk sosialisasinya, kita sekarang timnya untuk yang sudah terverifikasi saja”tandasnya.