TI Menyerbu Balai Kota Tasikmalaya, “Kota Santri Darurat Korupsi”

oleh -100 views
oleh

LetterZ – Kota Tasikmalaya

Transparency Institute (TI) menyerbu Balai Kota Tasikmalaya sembari membentangkan spanduk yang berisi “Kota Santri Darurat Korupsi”, Jumat (26/07/2019).

Dalam spanduk tersebut dicantumkan pula beberapa hal yang mereka tuntut, yaitu:1. Mendesak Wali Kota bersikap ksatria (untuk.red) mundur dari jabatan, 2. Percepat optimalisasi kinerja ASN Pemerintahan Kota Tasikmalaya, 3. Mendorong seluruh pegawai Pemkot Tasikmalaya bersama-sama melawan Korupsi. Tuntutan tersebut dibentangkan dalam sebuah spanduk berwarna merah oleh beberapa orang bersarung tanpa memakai baju.

TI menyuguhkan drama sindiran yang bermakna bagaimana menggali akhlak seseorang ketika bermasalah maka dia akan melakukan koreksi.“Dalam hal ini, bagaimana wali kota untuk mundur dari posisinya agar fokus ikuti proses hukumnya,. Alangkah bijaknya dengan terhormat wali kota untuk mengundurkan diri saat ini juga,” kata Murtolib yang bertindak sebagai orator sekaligus Sekretaris TI.

Dalam aksi serupa di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu, TI menuntut bahwa Wali Kota Tasikmalaya harus gentle mundur dari jabatannya.

Murtolib menegaskan, aksinya itu terkait status Wali Kota Tasikmalaya sebagai tersangka oleh KPK. Pasalnya, tidak elok kota Santri dipimpin seorang tersangka dan minta Budi Budiman segera mengundurkan diri. “Alangkah bijaknya dengan terhormat wali kota untuk mengundurkan diri saat ini juga,” tegasnya.

Diakui Murtolib, Budi memang sah masih jabatan Wali Kota karena belum ada tuntutan hukum yang kuat sebagi koruptor. Tapi ketika dalam tugasnya untuk mengambil kebijakan atau melantik dan mengangkat seseorang akan bertentangan dengan isi perjanjian sumpah jabatan yang isinya siap tidak untuk menerima suap ataupun korupsi. “Sangat bertentangan, masa yang melantiknya adalah seorang tersangka kasus korupsi,” tukasnya.

TI bertekad ingin bertemu langsung dengan wali kota untuk menegaskan apakah dia (Budi Budiman) siap mundur saat ini atau tidak, tapi yang bersangkutan tidak ada ditempat. Pihaknyapun mengancam akan terus melakukan aksi sampai wali kota mengundurkan diri atau ditahan KPK.

“Sekali lagi, ini kota santri, saya rasa tidak pantas untuk dipimpin seorang tersangka, tidak kesatria dan tidak terhormat,” pungkasnya. (Kesit)***